Sikap Seorang Papa.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka..

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!” Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama..

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut… Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang” Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.  Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya..

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita.. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat..

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

nb : tulisan ini gue dapet dari temen gue. sangat menyentuh terutama bagi anak perempuan yang sedang merantau..

Leave a Comment

Sifat koloid tanah

Sifat koloid tanah
  • Koloid : Ukuran partikel semakin kecil luas permukaan akan semakin besar.
  • Efeknya adalah proses-proses yang penting dalam tanah terjadi misal penyerapan hara, penyerapan air
  • Koloid didominasi oleh mineral phyllosilicates, koloid organik, hydrous oxides dari Fe, Al dan Mn
Mineral lempung
Sifat kembang kerut mineral lempung
  • Terjadi jika air masuk ke dalam lapisan clay mineral sehingga bertambah beberapa nanometer; akan meningkatkan volume dari clay.
  • Untuk terjadinya swelling, air harus masuk ke interlayer.
  • Swelling artinya (1) pada interlayer memungkinkan proses seperti KPK, penyerapan air. (2) clay akan mengembang sehingga luas permukaan lebih besar per unit berat terhadap larutan tanah sehingga lebih rekatif secara kimia.
  • Swelling tergantung pada tipe mineral, unit-layer charge of the clay* dan sifat alami dari cation interlayer
Mineral 1:1
  • Satu permukaan adalah oksigen (dari tetrahedra), satu permukaan adalah hydroxyl (dari oktahedra)
  • Oksigen merupakan elemen yang bersifat elektrofilik (electron-loving)
  • Terjadi ikatan hidrogen (kalau tunggal lemah, tetapi banyak akan sangat kuat) yang mencegah mineral 1:1 untuk berkembang kerut
Mineral 2:1
  • Satu permukaan oksigen, permukaan yang lain juga oksigen
  • Pada mineral 2:1 unsubstitute, lapisan yang berdekatan akan saring menarik karena adanya gaya van der Waals yang lemah
  • Pada mineral 2:1 substitute, layer yang berdekatan saling menarik karena adanya tarikan pada kation interlayer dan gaya van der Waals
  • Swelling akan sangat tergantung pada ikatan antar 2 lapisan yang berdekatan. Pada mineral 2:1 unsubstitute ikatan tersebut lemah sehingga air tidak masuk ke interlayer.
  • Mineral 2:1 unsubtitute secara alami bersifat hidrofobic (water repelling). Karena tidak ada kation di interlayer yang menjadi subyek untuk terhidrasi maka sifat hidrofilik-nya (water-loving) terletak pada >SiOH (hasil dari ketidakteraturan kristal)
  • Pada mineral 2:1 substitute, affinitas tergantung dari tarikan muatan negatif (pada 2 sisi) dengan kation interlayer. Derajad ikatan merupakan fungsi dari banyaknya isomorphous substitution dan ukuran kation interlayer terhidrasi
  • Jika affinitas layer ke kation interlayer kuat, akan terjadi air tidak dapat masuk ke interlayer, menghidrasi kation interlayer dan mengikat bagian hidrofilik. Jika affinitas lemah, air akan masuk dan terjadi swelling karena meningkatnya hidrasi kation interlayer dan pembasahan bagian hidrofilik. Hidrofilik pada interlayer berupa penarikan/pengikatan air oleh kation  sebagai hidrasi air dan adanya >SiOH
Mika
  • Mempunyai unit-layer charge tinggi (k.l. 2) karena banyaknya isomorphous substitutio
  • Negatif charge diimbangi oleh adanya kation misal K atau Ca
  • Besarnya unit-layer charge menyebabkan kation terikat kuat, air tidak dapat masuk sehingga tidak terjadi swelling dan kation tidak dapat tertukar (non exchangeable) (kecuali ada pelapukan)
Illit dan Vermiculites
  • Unit-layer charge rendah (1.0-1.5) sehingga bersifat hanya mengikat kation ukuran tertentu saja dengan sangat kuat, air tidak masuk dan mencegah swelling.
  • K+ dan NH4+ karena ukuran hidrasi kecil maka dapat masuk “hole” (hole merupakan hasil dari ring pattern pada tetrahedron dalam lembar terahedral). Karena itu, kation akan dekat dengan sumber muatan negatif, jarak antar layer akan dekat sehingga pengikatannya sangat kuat.
  • Ca+ dan Mg+ karena ukuran hidrasinya besar maka tidak dapat masuk ke “hole”. Selain itu akan menyebabkan jarak antar layer jauh sehingga penarikan kation rendah, air dapat masuk dan terjadi swelling. Kation akan dapat terukar.
  • Illit ditemukan dalam tanah umumnya mengikat K+ sehingga mineral ini tidak berswelling. Vermiculite sangat banyak mengandung Ca+ dan Mg+ sehingga mineral ini berswelling. Vermikulit tidak berswelling kalau kationnya tertukar oleh K.
Smectites
  • Mempunyai unit-layer charge rendah (0.5-0.9) sehingga kekuatan penarikan lebih rendah dari illit, vermikulit dan mika
  • Kation akan terikat lemah dalam interlayer sehingga semua kation akan mudah tertukar

Leave a Comment

Klasifikasi Tanah

Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah

(disederhanakan)

Sistem Dudol-Soepraptohardjo (1957-1961) Modifikasi 1978/1982

(PPT)

FAO/UENESCO

(1974)

USDA Soil Taxonomy

(1975 – 1990)

  1. Tanah Aluvial
  1. Andosol
  1. Brown Forest Soil
  2. Grumusol
  1. Latosol
  1. Litosol
  1. Mediteran
  1. Organosol
  1. Podsol
  1. Podsolik Merah Kuning
  1. Podsolik Coklat
  2. Podsolik Coklat kelabu
  1. Regosol
  1. Renzina
Tanah aluvial

Andosol

Kambisol

Grumusol

–         Kambisol

–         Latosol

–         Lateritik

Litosol

Mediteran

Organosol

Podsol

Podsolik

Kambisol

Podsolik

Regosol

Renzina

Ranker

Fluvisol

Andosol

Cambisol

Vertisol

–         Cambisol

–         Nitosol

–         Ferralsol

Litosol

Luvisol

Histosol

Podsol

Acrisol

Cambisol

Acrisol

Regosol

Renzina

Ranker

–         Entisol

–         Inceptisol

Andisol

Inceptisol

Vertisol

–         Inceptisol

–         Ultisol

–         Oxisol

Entisol (lithic Subgrup)

Alfisol/inceptisol

Histosol

Spodosol

Ultisol

Inceptisol

Ultisol

Entisol/Inceptisol

Rendoll

Comments Off on Klasifikasi Tanah

PODSOLIK MERAH- KUNING

Podsolik Merah Kuning

Tanah mineral masam di dunia terdiri atas 7 ordo tanah. Akan tetapi tanah mineral masam terluas dan yang paling bermasalah di Indonesia adalah Ultisol dan podsolik merah kuning menurut sistem klasifikasi lembaga penelitian tanah. Tanah podsolik merupakan jenis tanah yang sering dijumpai terletak menyebar di tengah sampai hulu sungai. Tanah podsolik telah mengalami  perkembangan lebih lanjut, bersolum dalam, terbentuk dari bahan induk batu liat, dengan bentuk wilayah berombak sampai agak berbukit. Warna tanah podsolik ini adalah warna coklat sampai merah kuning dengan tekstur halus sampai kasar, dan memiliki drainase baik dengan reaksi tanah masam. Tanah podsolik memiliki horison penimbunan liat (horison argilik), dan kejenuhan basa kurang dari 50 %, tidak mempunyai horison albik. Horison bawah terjadi  iluviasi (pengendapan) bahan-bahan humus serta Fe dan Al oksida yang ditunjukkan adanya horizon Spodik, sedangkan lapisan bawahnya terjadi  eluviasi (pencucian) yang mengakibatkan warna tanah pucat (Albik).

Ciri utama dari tanah podsolik merah kuning sebagai berikut:

  1. Terbentuk pada daerah dengan curah hujan antara 2.500 hingga 3.000 mm tiap tahun dengan bulan kering lebih dari 3 bulan.
  2. Terhampar pada lanskap tua bergelombang hingga berbukit dan berada pada ketinggian lebih dari 25 m diatas permukaan laut.
  3. Tekstur tanah adalah liat, struktur blok di lapisan bawah, konsistensi teguh, serta dijumpai adanya plintit serta konkresi besi.
  4. Kemasaman tanah umumnya tinggi dengan pH kurang dari 5,5.
  5. Kadar bahan organik berkisar dari rendah hingga sedang.
  6. Kapasitas tukar kation umumnya kurang dari 24 me/100g liat dan kejenuhan basa kurang dari 35 %.
  7. Permeabilitas lambat sampai baik dan sangat peka terhadap erosi.

Jenis tanah ini memiliki solum agak tebal (1-2 m) dengan warna merah hingga kuning. Reaksi tanah sangat masam hingga masam (pH3,4-5,0) dan sangat peka terhadap erosi serta mempunyai tingkat kesuburan rendah. Jenis tanah ini cocok untuk persawahan, perladangan dan perkebunan Karet, Kopi dan Kelapa  Sawit dengan perlakuan tambahan. Lapisan permukaan sangat tercuci warna kelabu cerah sampai kekuningan, agregat kurang stabil, permeabilitas rendah, bahan organiknya rendah, pH 4,2 – 4,8. Tanah ini berlempung kaolinit yang sedikit tercampur gibsit dan montmorilonit. Tanah ini tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jateng dan Jatim dengan rehabilitasi hutan sangat lambat

Di samping pH rendah dan kadar hara NPK rendah, kadar almunium dapat dipertukarkan yang cukup tinggi dapat menjadi faktor pembatas bagi usaha pertanian pada tanah podsolik merah kuning. Almunium yang dapat dipertukarkan dan yang ada didalam larutan tanah menjadi racun bagi tanaman, sehingga menjadi penyebab pertumbuhan tanaman yang buruk pada tanah tanah masam. Fosfor yang ada didalam tanah atau yang ditambahkan dalam bentuk pupuk akan segera diikat oleh Al menjadi bentuk P yang tidak larut dan tidak tersedia bagi tanaman

PODSOLISASI

–          Basa-basa dan seskuioksida terlindi sehingga kadar silika meningkat

–          Silika mantap tapi seskuioksida goyah karena air perlindi bersifat asam. (karena termuati oleh asam-asam organik dan anorganik).

–          Asam organik berasal dari proses perombakan b.o. yang tak sempurna ® karena iklim lembab basah dan sejuk, serta vegetasi hutan, atau karena seresah bersifat asam (mis: conifer).

–          Asam anorganik berasal dari oksidasi belerang dan senyawa sulfida, atau berupa larutan gas-gas asam chlorida, SO2 atau CO2, yang semuanya dari gunung-gunung berapi.

–          Larutan asam menggiatkan hidrolisa, sehingga mineral-mineral lempung terpecah dan aluminium terlindi sehingga zat kersik yang mantap dalam suasana masam tersisa.

–          Horizon aluvial yang terbentuk bersifat kaya zat kersik, miskin basa, seskuiokdisa dan b.o., tekstur kasar serta terdiri atas zarah pasir dan debu dan berwarna pucat kelabu (karena kehilangan besi dan b.o) ® disebut horizon albik

–          Horizon illuvial (bawah) yang terbentuk tersusun atas longgokan :

–          Fe & Al pada berbagai tingkat oksidasi dan hidratasi

–          b.o. koloidal

–          lempung

® horizon spodik

–          Dapat tersementasi menjadi padas (ortstein)

–          Dapat memampat tanpa tersemen keras : ‘ortende’

–          Dapat terjadi penambahan basa sedikit, sehingga horizon spodik berkurang kemasamannya.

–          Tanah yang terbentuk disebut PODSOL atau SPODOSOL

–          Intensif terjadi di daerah torpika karena air pelindi bersuhu 22o – 26o dan masam.

–          Di daerah iklim sedang, suhu air £ 15oC, sehingga intensitas silisifikasi ditentukan oleh kemasaman air pelindi.

–          Dapat berkembang dari bahan induk yang kaya zat kersik, sangat miskin basa dan bertekstur kasar (lulus air) dengan vegetasi jarang yang menghasilkan seresah masam ® SPODOSOL

–          Berlawanan dengan proses feralitisasi karena kelainan tingkat kemasaman air pelindi karena kelainan iklim (makro dan mikro), vegetasi dan atau bahan induk.

–          Tidak terjadi argilasi karena yang tereluviasi bukan zarah lempung utuh tetapi hasil pemecahan hidrolitiknya.

Leave a Comment

sembilan, sepuluh dan sebelas oktober dua ribu sepuluh..

Sabtu, Sembilan Oktober..

Gue lagi bengong bersama gitar buluk gue di kamar (Lagi ga ada kuliah soalnya). Sambil menatap ke luar jendela, gue menyanyikan lagu-lagu yang chord-nya gue hapal di luar kepala (dan gue cuma hapal lagu yang itu-itu aja. haha..) “I don’t mind spending everyday, out on your corner in the pouring rain…” Huuh, gue berusaha ngelatih suara cempreng gue biar terdengar lebih enak, tanpa peduli apa yang dirasakan orang-orang di sekitar kamar gue. Hahaha.

Tak lama kemudian, hape gue bergetar. Wow, ada sms!! Ternyata temen-temen (tepatnya brader-brader) gue ngajakin ke Pasar Senen nyari jaket gunung. Hohoho. “Kapan?” tanya gue.

“Sekarang!”

“Buseet! Gue belom mandi Tunggu 10 menitan lah”

“oke!” dan gue pun langsung meluncur ke kamar mandi, byar byur seperlunya dan langsung berbenah menghadapi petualangan ini. Hihihi.

Di angkot, gue baru bertanya mau kemana, naik apa, bagaimana dan bla bla bla. Konyolnya, mereka (cowok semua) pada mau nginap di rumah salah satu temen gue di Lenteng Agung.

“Hah?? Nginap?? Kok ga bilang-bilang?? Gue ga bawa baju ganti. Gue cuma bawa diri doank nih. Lagian, besok kan ada praktikum lapang.. Haduuh..”

“Praktikumnya ga jadi Ochieee.. Makanya, kuliah lo, jangan bolos mulu.. hahaha. ” dan gue pun mulai panik. Masa iya gue harus ikutan nginap? Ga enak donk. Gue pikir mau pulang hari itu juga, eeh ga taunya, malah nginap. Aah, konyol! Gimana ini? Gimana ini?

Untung otak gue cerdas. Stasiun Lenteng Agung dan Stasiun UI kan deket. Langsung aja gue sms temen gue (cewek) yang disana.

“Cuy, ntar malem gue nginep di tempat lo ya..”

Setelah gue ceritain kronologisnya, akhirnya temen gue mengiyakan. Alhamdullilah. Hehe..

Dan perjalanan pun dilanjutkan. Gue dan brader2 gue naek kereta ekonomi, trus turun di Gondangdia. (wah, stasiunnya cakep boy! haha. gue baru pertama kali nih kesini). Abis itu naek Kopaja turun di Terminal Senen. (Bener-bener pengalaman pertama dan gue suka!^^. Kopajanya ngelewatin gereja Katedral Jakarta yang waaahhh, keren bangettt!! Udah lama banget gue pengen kesana, tapi belum kesampean. Huhuhu).

Niatnya sih pengen makan dulu sebelum muter2 Poncol, tapi makanannya mahal semuaaaa (hidup di Jakarta emang kerasss dah!). Akhirnya kita malah makan Siomay Bandung seharga 5000 seporsi yang kalo di Bogor cuma 3000 perak plus es dawet seharga 3500. Edun, makan ginian doank udah kena 8500, kalo di Bogor udah makan ayam nih. Hahaha.

Muter-muter Poncol seru banget! Di setiap pojokan, gue mendengar percakapan bahasa Batak. Hahaha. Belok kanan, orang Batak. Belok kiri, orang Batak. Belok lagi di depan, eeh orang Batak lagi, malah ada yang jualan ulos. Hahaha. Gue ketawa-ketawa mulu dah. Apalagi kalo ngedengerin mamak-mamak Batak lagi merepet. Hahaha. Walaupun kaki gue gempor gara2 muter2, tapi gue seneng banget. Dari hasil perburuan, gue mendapatkan sweater ceban plus jaket gocap. Mantap!!

Pulangnya, kita naek kereta lagi, tapi ke Cikini dulu, soalnya ada satu orang temen gue yang udah dua jam nungguin disana. (haha, bego banget deh). Ada lagi yang lebih bego, dengan polosnya bertanya “ngapain ngumpulin duit 2rebu?”

“Ya buat beli tiket lah cuuk!!” Temen gue sampe emosi ngejawabnya. hahaha.

Kereta ekonomi jurusan Bogor jam 6 sore penuh banget!! Gelap lagi! Haduuh. Untung ada brader2 gue, jadi gue ngerasa aman lah, yaah, walaupun dibecandain juga, tapi senenglah. Perjalanan gue hari ini menyenangkan! Pengalaman pertama pula. Hoho

Brader2 gue turun di Lenteng Agung, gue lanjut sendirian ke Stasiun UI. Dan akhirnya tibalah gue disana. Gue langsung sms temen gue (cewek), eh ternyata dia masih di kampus. Gue disuruh ke fakultasnya dia. Waduh, gue udah bingung aja tuh. Untung, ingatan gue hebat (songooong lo chie!), gue ingat2 aja jalannya, kan gue udah pernah kesana. Dan yaah, gue ketemu juga.  Hwaaah, dengan muka kucel penuh debu, baju yang basah karena keringat plus bau asap knalpot bus di terminal, ditambah lagi bau macam2 orang di kereta, gue berlari menyongsong temen gue. Kangen juga gue sama dia. Hahaha.

” Aku ga bawa apa lho, ntar aku pinjem baju, celana, handuk, sabun, odol, pokoknya semuanya lah. Ya? Ya? Ya? hehehe” Temen gue mengiyakan dengan sedikit berat hati. (Hahaha, sorry sist. Gue tau kok lo sayang sama gue).

Sebelum tidur, ada sesi curhat dulu (biasalah, cewek.. ^^). Dan kemudian gue menerima kabar baik dari temen sekampus gue yang lagi di depok juga.

” Chie, besok ada kumpul IKAMA di Ragunan jam 11. Mau ikut ga? Besok kita ke gereja dulu, abis itu langsung kesana”

Wow!! Gue pasti mau dong! Tapi, ada satu hal yang bikin gue sempat mengurungkan niat itu :(. Dan setelah ngobrol panjang-lebar, akhirnya gue yakinkan, besok gue ikut!! Yeaahh!!

Minggu, Sepuluh Oktober..

Gue dibangunin jam 6. Hoahm, ngantuk banget gue. “Mandi kau Chie!!” Haha, akhirnya gue mandi pagi juga.

Jam setengah 8, gue, temen yang gue tebengin, dan temen sekampus gue ketemuan di stasiun, soalnya kita mau gereja di cawang. Hoho. Naek kereta dulu, trus naek kopaja (lagi), turun di UKI, jalan kaki sedikit, nyampe deh (pengalaman pertama lagi nih buat gue). Sampe disana, eeh ternyata kebaktiannya jam 10. Waduh, ntar ke Ragunannya ga keburu donk. Gimana ini? Gimana ini?

“Ayo kita cari gereja lain yang jam 9″

“Dimana?”

“Cari di internet”

Hwaah, pencarian gereja pun dimulai. Waktu telah menunjukkan pukul 08:30. Akhirnya diputuskan, kita ke Ciliiitan. Naek angkot dulu, (Bang, tau GKI Cililitan kan? dan kita diturunkan ntah dimana), tanya ibu-ibu yang lagi duduk (ooh, masuk aja ke gang ini, nanti belok kanan), dan jedheer!!! Banyak banget gerejanya. Buset dah! Ini kampung isinya gereja semua. Hahaha. gereja-gereja cuma berjarak 3 rumah. Edaan! Keren banget nih kampung.

Gereja GKI yang kita cari-cari malah ga ketemu, ada nya malah gereja-gereja lain di luar itu. Haduuh. Tanya lagi ke orang lain, (ooh, GKI mah di seberang jalan, di sebelah Primajasa). Sesampainya disana, mana gerejanya?? Buset dah! Udah setengah jam muter2 kagak ketemu2 juga. Akhirnya kita balik lagi ke gang tadi. Dan akhirnya malah memilih gereja apapun yang kebaktian jam 9. Padahal udah telat setengah jam. Hahaha. Gapapa deh, yang penting ada niat ke gereja. Pas masuk gereja, gue yakin semua orang ngeliatin gue. Ya iya lah, lha wong semuanya pada pake baju rapi, nah gue?? cuma kaos plus jins hitam, pake sendal jepit pula! udah gitu bawa ransel gede lagi. (ini orang ga niat amat ya ke gereja) Haduuh.

Abis dari gereja, ayo lanjut ke Ragunan. Oke, kita ke shelter busway dulu, trus tanya mbaknya (mbak, ke ragunan gimana caranya?), gue ikut-ikut aja dah. Kita naik busway turun dulu di Matraman, trus nyambung lagi turun di Dukuh Atas, trus nyambung lagi ke Ragunan. Jauuh banget perjalanannya, tapi gue senang. Gue suka perjalanan seperti ini. Hahaha. Dan gue baru sadar, gue udah hampir mengelilingi Jakarta. Wow!

Sampe di Ragunan, kita disambut dengan baik. Dan pertanyaan pertama mereka adalah : Mana si *****?

Arrgh, gue males banget denger pertanyaan kaya gitu. Sampe disana juga, gue malah dipermalukan. Soalnya orang-orang nanyain dia mulu.

“si ***** mana?”

“tanyalah ceweknya. hahaha.”

BANGKE!! gue kan maluu digituin. Tapi, rasa malu itu tak seberapa dibandingkan dengan perasaan gue ketemu teman-teman SMA gue. Hwaaaaahhhhhh, seneng bangeeeettttt!! Rasanya gue pengen meluk mereka satu-persatu.

Acaranya lumayan seru lah. Makan siang dulu, trus ngobrol-ngobrol ga jelas dengan bahasa-bahasa jaman SMA dulu yang udah lama banget ga gue denger. Hahaha. Dilanjutkan dengan games-gamesnya. Hwaah, pokoknya seneng banget deh! Senengnya ga terkira! Dilanjutkan dengan sesi foto-foto dan jalan-jalan keliling Ragunan yang diselipi becandaan khas jaman SMA dulu. (Lagi-lagi gue jadi bahan ejekan.. )

Walau hujan badai panas pun terik, kita semua sangat menikmati perjalanan ini. Terutama gue, yaah walaupun kebahagiaannya kurang lengkap (galauu lo Chie..), tapi ga percuma lah gue dateng jauh-jauh dari Bogor. Capek gue dari kemaren terbayarkan sudah. Hahaha.

Ga kerasa udah sore.

“Kita balik jam berapa nih Chie? Udah sore, tugasku banyak pula”

“Ya udah, balik sekarang aja yuk”

Akhirnya gue dan temen sekampus gue balik duluan. Awalnya dilarang, tapi yaa mau gimana lagi. Besok hari senin dan gue ada kuliah jam 7 pagi. Dan dengan sangat terpaksa, gue dan temen gue balik. Huhuhu. Gue pasti merindukan kalian teman. Thanks for all buddy! I love you all!

Gue balik dari Ragunan naek kopaja ke Pasar Minggu (gilaaaa!!! Jakarta panaasssss bangeeetttt!!!), trus naek kereta ekonomi AC (gue berdiri cuy dari Pasar Minggu sampe Bogor). Sepanjang perjalanan gue cerita-cerita banyak hal sama temen gue. Capeknya pun jadi ga kerasa. Hihi.

Sampe di Bogor, kita makan dulu. (Perjalanan kita masih jauh Chie, masih dua angkot lagi. Huhuhu). Di angkot, gue ngantuk banget. HAri udah gelap, gue capek banget, keringetan dan belum mandi. Macet pula! Haduuuhh…

Tiba-tiba, hape gue yang batrenya udah sekarat, bergetar.

“Chie, udah nyampe Bogor? Di kontrakan mau ada acara penembakan, mau ikut ga?”

Hah?? Ada-ada aja dah ini temen gue.

“Siapa yang mau ditembak? Gue masih di angkot, pengen balik ke kosan dulu, mandi, baru ke kontrakan”

“Udah, ga usah mandi. Acaranya bentar lagi. Kita-kita juga belom mandi. Ada makan-makannya juga Chie.”

Waah, ada acara makan-makan.

“yaudah, gue ikut deh. Jemput gue di Duber ya”

Dan gue turun dari angkot, dijemput temen gue dan dibawa ke kontrakan mereka.

Waah, so sweet banget ini penembakannya. Bikin iri aja. Hahaha. Tadinya udah mau ditolak tuh, tapi akhirnya diterima juga. Yeeaahh!!! Berarti makan-makannya jadi donk. hahaha.

Jadilah, gue ngeliwet sama brader2 gue. Padahal udah jam 12 malam. Hahaha. Kelaperan semua ini.

Gue dianter balik ke kosan jam setengah 1 (Gila, Bogor dingiin banget! Tumben banget sedingin ini).

Sampe di kosan, gue langsung tidur.

zzzzzz.

Senin, Sebelas Oktober.

Gue terbangun dan ngeliat jam di meja di sebelah tempat tidur gue.

09:00.

HAAAAHHHHHH???????? Gue kan ada kuliah jam 7?? Udah kelar donk. Gimana ini? Gimana ini? Udha ga bisa titip absen lagi gue, kuliahnya kan udah kelar. Huhuhu.

Kuliah berikutnya jam 10, gue mikir-mikir dulu. Kuliah ga yaaa?? Tugas buat besok belom gue kerjain sama sekali. Apa bolos aja?? Dan gue pun memilih untuk bolos. Hahahaha. Gue sms-in temen-temen gue. Katanya, kuliah yang tadi pagi udah diabsenin juga sama mereka. Waaahhhh, senengnya punya brader seperti kalian.. Hahahaha. Praktikum yang jam 1 untuk minggu ini pun ditiadakan. Waah, gue libur seharian donk.

HIHIHIHIHIHI..

Parah lo Chie..

Akhirnya, gue ke warnet dengan niat untuk ngerjain tugas.

Cari sebuah makalah, lalu diedit. Bikin sectionnya, page number, dan daftar isi otomatis pake Ms. Word 2007.

Konyol, gue kan rada gaptek. Mana ngarti gue yang ginian. waktu diajarin kemaren gue lagi ngobrol, ga merhatiin sama sekali,. Haduuh, goblok banget sih lo Chie.

Gue mencoba mengingat ajaran si kakak asisten minggu lalu. Gue coba praktekin. SHIt! Gagal maning… gagal maning..

Gue coba lagi, gagal lagi. Gagal terus lah.

Aarrgh, akhirnya gue berhenti. Ntar aja ah gue minta diajarin temen. Hahahaha. Dan gue malah menulis note aneh ini.

Harapan gue, mudah-mudahan tugas gue bisa selesai tepat waktu. Amin.

salam hangat,

ochiepandora..

Leave a Comment

TANAH LATOSOL

Secara harfiah, latosol berasal dari kata lat(erite) + -sol, soil (from Latin solum) yang berarti tanah yang terbentuk akibat proses laterisasi.  Laterisasi yaitu sebuah proses pencucian basa-basa dan silika dari horison A yang kemudian dibawa dan “disimpan” di horison B. Mineral-mineral mudah larut tersebut tercuci khususnya di daerah yang menerima curah hujan tinggi. Proses ini berlangsung cepat di daerah tropis / daerah savana. Residu dari proses tersebut disebut laterit / tanah laterit. Tanah laterit memiliki konsentrasi oksida besi terhidrasi dan biasanya berwarna kemerahan.

Tanah latosol terbentuk di hutan-hutan tropis di bawah iklim sangat lembab dengan suhu yang relatif tinggi. Tanah latosol kaya akan zat besi, alumina, atau silika. Umurnya sudah sangat tua dan sangat lapuk sehingga kesuburannya rendah. Bertopografi dataran, bergelombang hingga pegunungan Umumnya tanah latosol berbahan induk vulkanik baik tuff maupun batuan beku. Tekstur lempung hingga geluh, struktur remah hingga gumpal lemah, dan konsistensi gembur dengan kandungan liat lebih dari 60%.

Tanah latosol berwarna merah hingga kuning, sehingga sering disebut tanah merah. Warna merah tersebut berasal dari oksida besi dan aluminium yang bercokol di dalam tanah. Jangkauan olahnya sedalam 20-30 m, berbeda dengan tanah podsolik yang jangka olahnya mencapai kedalaman 1-2 m. dan. Tanah latosol yang mempunyai sifat lembut saat pertama kali disentuh namun cepat mengeras bila tersingkap atau berada di udara terbuka. Horison pada profil tanahnya tidak memiliki perbedaan. Di bagian atasnya terdapat lapisan humus yang tipis akibat adanya aktifitas miroorganisme secara intensif. Tanah latosol tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Tanah latosol dibentuk oleh proses pencucian. Basa-basa terlarut, seskuioksida dan silika tercuci dari bagian atas horizon A dan diendapkan di bagian bawah horison tersebut. Hal ini terjadi terutama di daerah savana dan di sekitar khatulistiwa yang menerima curah hujan tinggi. Air hujan bercampur dengan karbondioksida membentuk asam karbonat lemah yang kemudian bersama basa-basa terlarut membentuk larutan tanah. Mineral–mineral yang  tidak larut tertinggal sehingga memperkaya lapisan atas. Mineral-mineral penting sebagian besar  tercuci ke lapisan bawah sehingga mengakibatkan tanah tersebut miskin unsur hara. Karena latosols adalah tanah yang miskin, tumbuhan yang dapat tumbuh hanyalah rumput pendek dan semak. Pemeliharaan hewan merupakan kegiatan utama di daerah tersebut.

Berdasarkan sifat humusnya, tanah latosol dapat dibagi menjadi :

  1. Low Humic Latosol; dengan horizon A1 sangat lemah, pH 6-7, terdapat di tempat tinggi < 2.000 feet, curah hujan < 40 inci/th, bulan kering nyata, vegetasi rumput pendek, kaktus dan algaroba
  2. Humic Latosol; horizon A1 mengandung banyak bahan organik, pH < 5, terdapat di tempat tinggi hingga 2.500 feet, curah hujan 40-100 inci/th, vegetasi hutan lebat yang pendek
  3. Ferruginous Humic Latosol; di horizon A terkumpul mineral resisten seperti magnetit, ilmenit yang cenderung membentuk kerak dengan pH asam hingga pH 6
  4. Hydrol Humic Latosol; horizon A1 kelabu, terdapat di daerah tinggi, curah hujan 150-350 inci/th tanpa bulan kering, vegetasi hutan lebat

Leave a Comment

HUMOR BATAK

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.

Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat.

Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.

Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membutanya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan, kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa diantaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.

Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar “Wow, Siregar sekali hawanya” katanya, berbeda dengan kampungnya yang Pangabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya Singarimbun. Tampak di seberang, lautan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana, mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang diketemukannya hanyalah bekas kolam Siringo-ringo yang akan di Hutahuruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma memlambai kayak di pantai.

Sedang asik-asiknya memnikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh ular yang sangat besar. “Sinaga!” teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.

Tabib tergopohg-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan.

“Hm, biayanya Pangaribuan” kata sang tabib setelah memeriksa sejenak.

“itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?” tawar si Butet. “Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil”. “Jangan begitulah. Masa’ tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing begini? Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan?” “Baiklah, tapi pakai jarum Sitompul saja” sahut sang mantri agak kesel. “Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe. Saragih sedikit nggak apa-apalah”.

Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara disemak-semak tiba-tiba berbunyi “Poltak!” keras sekali.

“Ada Sitomorang?” tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan

Terdengar suara pelan, “Situmeang”. “Sialan, cuma kucing.” desahnya lega. Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen. Selesai berlatih, Butet pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat. Keesok harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan ruangan ujian dia membaca tulisan: “Harahap tenang! Ada ujian.

“Wah telat, emang udah jam Silaban sih”. Maka Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil bernyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya “Butet, kau jangan ribut!, bikin kacau konsentrasi temanmu!”

Butet, tanpa Malau-malau langsung Sijabat tangan gurunya, “Nggak Pakpahan guru, sekali-sekali?!”

Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejengan guru Pandapotan silatnya untuk selalu, “Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!”

Leave a Comment

I Learned From You..

Gue lagi suka banget sama lagu ini.. entah kenapa, lagu ini bikin gue semangat lagi. hahahaha.

seminggu kemaren rasanya mood gue jelek terus, gak tau kenapa.

mungkin karena masih keinget rumah.. deeuuhhh, mewek deh :(

Aslinya sih, gue emang suka banget ama lagu-lagunya Miley Cyrus, liriknya daleeem, dan kena banget di hati.

haha.. check this out.

Ooooo
Yeah
I didn’t wanna listen to what you were sayin’
I thought that I knew all I need to know
I didn’t realize that somewhere inside me
I knew you were right but I couldn’t say so

I can take care of myself, yeah, you taught me well

[Chorus:]
I learned from you that I do not crumble
I learned that strength is something you choose
All of the reasons to keep on believin’
There’s no question, that’s a lesson, that I learned from you

We always don’t agree on
What is the best way
To get to the place that we’re going from here
But I can really trust you, and give you the distance,
to make your decisions without any fear

I’m grateful for all of the times
You opened my eyes

[Chorus]
I learned from you that I do not crumble
I learned that strength is something you choose
All of the reasons to keep on believin’,
There’s no question, that’s a lesson
I learned from you

You taught me to stand on my own
and I thank you for that
It saved me, it made me,
and now that I’m looking back
I can say
woooaaahhhh!

Hmmmm… Hmmmm… Yeah!

I learned from you that
I learned from you
I do not crumble
I learned that strength is something you choose
All of the reasons to keep on believin’,
There’s no question, that’s a lesson that I learned from you
Woooaaahhhh!
I learned from yoooouuu

I learned that strength is something you choose
All of the reasons to keep on believin’,
There’s no question, that’s a lesson that I learned from you
yeah!
I learned from you .

Lagu ini dinyanyiin Miley Cyrus dengan ayahnya Billy Ray..

:)

Leave a Comment

LIBUR LEBARAN

libur lebaran cukup menyenangkan. karena untuk pertama kalinya, aku disuruh pulang ke rumah. awalnya aku ragu, benarkah aku disuruh pulang? karena ini adalah libur lebaran. ongkos mahalnya minta ampun. adikku juga pulang. aku takut kepulanganku justru makin merepotkan mereka. tapi ternyata aku memang disuruh pulang. dan kami sekeluarga kumpul bersama di dalam rumah yang tidak terlalu besar itu. namun penuh makna dengan hadirnya dua orang anak yang telah merantau membesarkan nama orangtua mereka.

di kampung, tidak ada yang berubah. masih sama seperti satu setengah tahun yang lalu saat aku terakhir pulang. masih terpencil. aku bertemu lagi dengan teman-temanku zaman SMA. banyakdari mereka yang juga pulang kampung di tahun ini. dan itu membuatku sangat bahagia. selain itu, aku juga bertemu oppungku. dia sudah sangat tua dan sakit-sakitan. melihat kami datang dengan lengkap, dia sangat senang.

saat hendak kembali ke bogor. aku mendapat sedikit kesulitan. ongkos balik untuk dua orang ternyata cukup berat. tapi semuanya dapat terlewati. Puji Tuhan. akhirnya, aku pun sudah kembali ke rutinitasku semula. kuliah. kuliah. dan kuliah.

Comments (3)

Hai hai hai..

Welcome to my blog..

silakan diliat-liat dan dikasih komen..

Comments (2)